Alat musik tradisional Indonesia memang memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya adalah sasando, alat musik khas dari Nusa Tenggara Timur yang memiliki suara yang begitu menghanyutkan. Keunikan alat musik sasando ini memang patut untuk diapresiasi.
Menurut pakar musik tradisional, Bapak Soedarmadji Damais, sasando memiliki keunikan dalam cara memainkannya. “Sasando merupakan satu-satunya alat musik petik yang menggunakan dawai dan resonator dari anyaman daun lontar. Hal ini lah yang membuat suara yang dihasilkan begitu unik dan menghanyutkan,” ujarnya.
Tak hanya itu, keunikan alat musik sasando juga terletak pada bentuknya yang menyerupai perahu. Menurut Profesor Musik Universitas Indonesia, Bapak Joko Susilo, bentuk sasando yang unik ini juga mempengaruhi resonansi suaranya. “Bentuk sasando yang melengkung menyerupai perahu membuat resonansi suara menjadi lebih kuat dan mengalun merdu,” tambahnya.
Suara yang dihasilkan oleh alat musik sasando memang begitu menghanyutkan. Menurut musisi asal Nusa Tenggara Timur, Ibu Maria Goreti, sasando mampu menyampaikan berbagai emosi melalui suaranya. “Saat memainkan sasando, saya merasa seperti terbawa oleh alunan suara yang begitu dalam dan penuh makna. Sasando benar-benar memiliki kekuatan untuk menghanyutkan pendengarnya,” ucapnya.
Keunikan alat musik sasando ini juga telah mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur, Bapak Andi Silalahi, sasando merupakan warisan budaya yang perlu dilestarikan. “Sasando bukan hanya sekadar alat musik, namun juga merupakan bagian dari identitas budaya Nusa Tenggara Timur. Kita harus mempertahankan dan mengembangkan keunikan alat musik ini agar tetap eksis di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dengan keunikan suaranya yang begitu menghanyutkan, sasando memang layak untuk dijaga keberadaannya. Semoga keindahan alat musik tradisional Indonesia ini terus dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya.