Apakah kamu pernah mendengar tentang alat musik tradisional yang bernama Sasando? Sasando merupakan alat musik khas dari Nusa Tenggara Timur yang memiliki bentuk seperti cakram dengan senar-senar yang tertaut di sekelilingnya. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih dekat alat musik Sasando: simbolisme dan maknanya.
Sasando bukan hanya sekadar alat musik tradisional biasa, namun juga memiliki simbolisme dan makna yang dalam. Menurut Prof. Dr. Joehanes Eka Priyatma, seorang pakar musik tradisional dari Universitas Nusa Cendana, Sasando memiliki simbolisme yang kuat dalam budaya masyarakat Timor. Prof. Joehanes mengatakan, “Sasando bukan hanya alat musik, namun juga simbol keberanian dan kekuatan bagi masyarakat Timor.”
Simbolisme dalam Sasando juga terlihat dari bentuknya yang mirip dengan cakram. Menurut Dr. Agus Sigit Wicaksono, seorang peneliti seni musik tradisional, bentuk cakram pada Sasando melambangkan kesatuan dan kebulatan dalam kehidupan masyarakat Timor. Dr. Agus menjelaskan, “Cakram pada Sasando menggambarkan bahwa kehidupan manusia adalah suatu kesatuan yang utuh, tanpa putus.”
Tak hanya simbolisme, Sasando juga memiliki makna dalam kehidupan masyarakat Timor. Menurut Eko Wahyudi, seorang seniman musik tradisional asal Kupang, Sasando merupakan alat musik yang digunakan dalam upacara adat dan ritual keagamaan. Eko mengatakan, “Sasando bukan hanya alat musik biasa, namun juga sarana untuk berkomunikasi dengan roh nenek moyang dan memohon berkat bagi masyarakat Timor.”
Dari penjelasan para ahli dan seniman musik tradisional, kita dapat mengenal lebih dekat alat musik Sasando: simbolisme dan maknanya. Sasando bukan hanya alat musik biasa, namun juga memiliki simbolisme yang kuat dalam budaya masyarakat Timor. Bentuk cakram pada Sasando melambangkan kesatuan dan kebulatan dalam kehidupan masyarakat Timor, sementara penggunaannya dalam upacara adat dan ritual keagamaan menunjukkan bahwa Sasando memiliki makna yang dalam bagi masyarakat Timor.